Iklan

Namun kenapa kini kau pergi?

Prasetyo Budi
Sabtu, 15 Februari 2014, 09.42 WIB Last Updated 2017-01-18T16:49:27Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini
Berwaktu-waktu dan tanpa keluh maupun kesah sepatahpun
Dalam keras hati dan keterbatasan
Dalam keyakinan bahwa akan tiba sa'atnya
Bahwa kebersamaan ini akan melewati masa dimana dahi tak perlu lagi berkerut
Tidur tak lagi gelisah
Dan kau tidak akan lagi menunggu dalam harap dan cemas...

Namun kenapa kini kau pergi?
Meninggalkan ku dalam kebingungan
Meninggalkan ku dalam tangis yang terdalam...

(seperti yang terjadi pada seorang kawan)



Komentar

Tampilkan

Terkini

NamaLabel

+