Iklan

Memandangmu

Prasetyo Budi
Minggu, 08 Mei 2005, 00.58 WIB Last Updated 2017-01-18T17:17:24Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini
Memandangmu,
Tiba-tiba derai angin terperangkap pada gelisah kabut
Menoreh rasa
Teteskan bisu yang memuncak

Memandangmu,
Tiba-tiba laut kehilangan geliat
Jarak membatasi gerak
Sulit membaca isyarat

Memandangmu,
Tiba-tiba mimpi bersayap putih
Menemani perjalanan malam
Terbayang jemu pada satu peran
Yang seharusnya dilakonkan

Memandangmu,
Tiba-tiba adalah wajah purnama sempurna
Terperangkap pada pot kaca
Samar kata menjamahnya
Petualang pun kehilangan arah
Tak mampu mengukur jarak pengembaraanya.....

(Saduran puisi seseorang, untuk seseorang, kepada seseorang...)
Komentar

Tampilkan

Terkini

NamaLabel

+