Iklan

Tidak untuk selalu ditangisi

Prasetyo Budi
Jumat, 24 Januari 2014, 03.47 WIB Last Updated 2017-01-18T16:49:28Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini
Paruh senja mematuk kaki langit
Hari yang terkapar karenanya
Merangkak perlahan
Tersendat pada sudut-sudut yang senyap

Paruh usia yang sombong
Tercabik-cabik diterkam zaman
Terlukanya hati
Tersayat pada semua mimpi-mimpi

Dan hari demi hari setelahnya
Semua hal, semua cerita yang telah berlalu
Segala luka yang tergores karenanya
Tidak untuk selalu ditangisi...



(Ujung Aspal, 09:07 PM, 02 Maret 2005)
Komentar

Tampilkan

Terkini

NamaLabel

+